November 21, 2014

Sistematika Penulisan Tesis / Skripsi

Sistematika Penulisan Tesis Skripsi- Sebelum clien meminta bantuan jasa pembuatan skripsi ataupun jasa pembuatan tesis, terlebih dahulu kami sarankan untuk menyerahkan sistematika penulisan skripsi / tesis. Hal ini dilakukan agar proses pembuatan skripsi tesis bisa lebih cepat karena disusun berdasarkan sistematika yang sudah baku / sesuai panduan dari kampus.

Penulisan skripsi/tesis secara umum terdiri dari 5 bab, yaitu BAB I Pendahuluan, BAB II Kajian Pustaka, BAB II Metode Penelitian, BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan dan BAB V Kesimpulan dan Saran. Sistematika penulisan skripsi  tersebut akan diuraikan lebih terinci sebagai berikut:

BAB I Pendahuluan

Pada bagian ini yang penting untuk di ungkapkan adalah “adanya penjelasan terhadap masalah skripsi yang akan diteliti”. Selain itu perlu dijelaskan pula arti penting dari masalah skripsi tersebut ditinjau dari segi pengembangan ilmu.

Biasanya yang perlu diungkapkan dalam sistematika skripsi bagian BAB I adalah:

  • Alasan yang logis  yang membuat masalah tersebut penting untuk diteliti dalam sebuah penelitian (skripsi)
  • Adanya kesenjangan antara teori (harapan) dengan fakta (temuan) di lapangan
  • Kerugian jika masalah tersebut tidak terselesaikan
  • Keuntungan yang diperoleh jika masalah tersebut diteliti dan diperoleh pemecahan

BAB II Kajian Pustaka dan Kerangka Teoritis

Bagian-bagian yang penting dalam sistematika skripsi bagian BAB II ini adalah sebagai berikut:

  • Teori-teori utama dan teori pendukung dalam bidang yang akan di tulis di dalam skripsi
  • Penelitian terdahulu, untuk contoh skripsi / tesis bisa di lihat di www.contohskripsi.idtesis.com ataupun di www.contohtesis.idtesis.com
  • Hipotesis Penelitian

BAB III Metode Penelitian

Biasanya ada 5 point penting yang dimasukan ke dalam bab 3 dalam, namun demikian setiap kampus mempunyai sistematika penulisan skripsi yang terkadang berbeda-beda. Kelima point yang harus ada di dalam BAB III skripsi adalah:

  • Lokasi dan waktu penelitian
  • Subyek Penelitian
  • Prosedur Penelitian
  • Metode Pengumpulan Data
  • Analisis Data

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

Pada bagian ini biasanya terdiri dari:

  • Deskripsi Data Penelitian, terkadang bisa berisikan profil objek penelitian ataupun profil responden
  • Deskripsi Hasil Penelitian, dimana pada bagian ini diungkapkan hasil pengolahan data yang diperoleh selama penelitian
  • Pembahasan, dimana dilakukan kajian dan perbandingan antara hasil pengolahan data dengan teori yang sudah disebutkan di dalam bagian BAB II skripsi

BAB V Kesimpulan dan Saran

Pada bagian ini berisi pemaknaan terhadap hasil pengolahan data yang ditemukan selama penelitian dan sekaligus memberikan saran dalam bentuk rekomendasi konkret sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian.

Namun demikian, tidak semua kampus mempunyai panduan penyusunan skripsi / tesis yang baku, sehingga clien jasa pembuatan skripsi / jasa pembuatan tesis bisa menggunakan sistematika ini terlebih dahulu.

 

Incoming search terms:

Jasa Bimbingan Skripsi Profesional

Jasa Bimbingan Skripsi Profesional – Saya pernah menjadi mahasiswa tingkat akhir yang bisa dikatakan “paling”. Paling lama ngerjain skripsi, maksudnya. Sepertinya tidak usah disebutkan berapa banyak semester yang telah saya lalui, berapa banyak SKS yang sudah saya jalani, berapa banyak mahasiswa dan mahasiswi seangkatan yang sudah lulus, sudah wisuda duluan. Saya ngerasa mereka enggak setia kawan. Dari empat sahabat karib saya, sekarang cuma tinggal saya yang masih setia sama kampus. Setia secara berkala ketemuan sama dosen pembimbing, setia sama yah, skripsi. It’s really nyesek, you know. Tapi sudahlah, intinya saya pernah menjadi mahasiswa tingkat akhir yang stuck gara-gara satu kata “SKRIPSI”.

Kalau diinget-inget waktu masih ngejalanin skripsi, widiihh, bener-bener bisa ngerasain begimana desperate-nya jadi mahasiswa tingkat akhir yang tuna wisuda. Berawal dari draft skripsi yang selalu ditolak karena kurang teorilah, kurang kuat perumusan masalahnya lah, temanya kurang menjuruslah, kurang inilah, kurang itulah, mana dosen pembimbingnya cuma kasih coretan doang, tanpa ada penjelasan. Ini bener nyesek. Bisa dibilang saya enggak menerima bimbingan secara intens dengan dosen pembimbing saya. Akhirnya saya mencari ‘dosen pembimbing’ (pake tanda kutip) di luar kampus. Dari berbagai situs di internet saya menemukan situs yang menyediakan bimbingan skripsi. Benar, situs itu adalah www.idtesis.com.

Idtesis menyediakan jasa bimbingan skripsi untuk berbagai jurusan. Dan alhamdulillah, sesuatu banget ada konsultan untuk jurusan pendidikan. Saya lega, karena saya berasal dari fakultas pendidikan. Saya mulai tanya-tanya kepada customer service nya, iya di situs ini memang ada fasilitas customer service nya yang bisa bantu kita untuk tanya-tanya tentang skripsi, contoh skripsi, biaya bimbingan skripsi, dan sebagainya, asal jangan tanya masalah jodoh aja. Dia enggak bakalan jawab, hahaha. Akhirnya saya deal dengan harga yang emang pantes buat bimbingan karya tulis sekelas skripsi, pantes juga untuk anak kos seperti saya. Harganya relatif terjangkau kok, santai aja. Karena saya termasuk di wilayah Yogyakarta, maka bimbingan bisa dilakukan dengan tatap muka langsung. Waktu bimbingan saya memperoleh banyak masukan, input yang bermanfaat, berbagai pertimbangan, dan berbagai solusi yang bisa ditawarkan. Seperti perbaikan pada judul, penambahan teori (fyi, di sini banyak buku-buku pendidikan yang bagus lho), metode penelitian, kuesioner, dan sebagainya. Dengan secara berkala saya melakukan bimbingan pada akhirnya saya tahu bagaimana mencari teori yang relevan, tahu cara menganalisis data secara cepat, dan saya rasa jasa bimbingan skripsi idtesis ini benar-benar profesional, salah satunya selalu tepat waktu, dan senantiasa ‘ngaruhke’ jika saya lupa untuk bimbingan. Dan sekarang saya sudah tidak menyandang gelar tuna wisuda lagi. I got A mark, you know. Wow. Thank alot for helping me, idtesis. Two thumb up!

Incoming search terms:

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi - Sebagai seorang mahasiswa yang ingin mendapatkan gelar Sarjana, maka mahasiswa tersebut harus melewati tahap akhir perjuangannya, yaitu membuat sebuah karya ilmiah yang disebut dengan skripsi. Memasuki semester 7 atau 8 dosen pembimbing sudah mulai meminta para mahasiswa untuk membuat skripsi.

Dalam pembuatan skripsi, tahap awal yang dilakukan adalah menentukan tema atau judul skripsi, menyusun proposal skripsi, melakukan penelitian, dan menganalisis data hasil penelitian. Jika skripsi kita sudah disetujui oleh dosen pembimbing, maka tinggal satu langkah lagi menuju kemenangan, yaitu ujian atau pendadaran.

Jasa Pembuatan Skripsi kurang dari 3 Bulan

Jasa Pembuatan Skripsi kurang dari 3 Bulan

Tapi kadangkala banyak mahasiswa yang kesulitan dalam pembuatan skripsi. Seperti kesulitan menentukan tema permasalahan atau judul skripsi, kesulitan mencari literatur atau bahan bacaan, kesulitan menuangkan ide ke dalam bahasa ilmiah, kesulitan menganalisis data hasil penelitian, dan waktu yang sangat terbatas.

Bagi kalian para mahasiswa akhir yang kesulitan untuk membuat skripsi atau sudah membuat skripsi tapi gak kelar-kelar, tak usah bingung-bingung mencari bantuan untuk menyelesaikan skripsi. Segera Hubungi kami PusatTesis.Com Jasa Pembuatan Skripsi Terbaik di Seluruh Indonesia, dengan biaya murah dan fasilitas yang terjamin.

Akses ke Jurnal Internasional

Akses ke Jurnal Internasional

Biaya pembuatan skripsi dari awal sampai dengan lulus berkisar antara Rp. 3.000.000,- adalah Rp. 4.500.000,- (tergantung jurusan dan tingkat kesulitan tema atau judul skripsi). Biaya tersebut sudah termasuk biaya revisi sampai dengan lulus dan print out (khusus Clien Yogyakarta). Pembuatan skripsi ini kami garansi sampai dengan Clien dinyatakan lulus. Dan pembuatan skripsi di PusatTesis.Com kami jamin keasliannya dan TIDAK PLAGIAT.

Salah Satu Menu Akses ke Jurnal Internasional

Salah Satu Menu Akses ke Jurnal Internasional

Incoming search terms:

Katalog Skripsi Terlengkap

Katalog Skripsi Terlengkap – Tidak sedikit mahasiswa yang sedang mencari katalog skripsi untuk pendidikan. Saat ini banyak cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan contoh skripsi. Selain perpustakaan dan toko buku, internet merupakan tempat yang banyak menyediakan katalog skripsi. Banyak situs yang menyediakan berbagai judul skripsi misal skripsi pendidikan. Skripsi pendidikan ini banyak dicari oleh para mahasiswa jurusan pendidikan yang sedang melakukan penelitian. Kenapa dicari? Hal ini dikarenakan ketika kita sedang melakukan suatu penelitian, tentunya kita akan mencari penelitian terdahulu yang serupa, kemudian digunakan sebagai pembanding, apakah hasil akhir penelitian kita akan memperkuat hasil penelitian terdahulu atau malah hasil akhir dari penelitian kita bertentangan dengan penelitian terdahulu. Tidak sedikit penelitian yang menghasilkan kesimpulkan yang bertentangan dengan penelitian terdahulunya.

Berbicara tentang penelitian terdahulu yang didapatkan dari internet, ada yang menyediakan link unduhan gratis namun ada yang menyediakan link yang berbayar. Bagian dari contoh skripsi atau tesis tersebut, beraneka ragam bagian yang dishare secara gratis. Ada site yang hanya menampilkan bagian abstraknya saja, ada yang menampilkan sampai di bagian pendahuluan, bagian proposal saja, atau hanya bagian halaman awal saja. Salah satu contoh website yang menyediakan katalog skripsi adalah situs www.idtesis.com. Situs ini menyediakan berbagai judul skripsi dari berbagai jurusan yang berbeda-beda. Bisa dilihat begitu banyak katalog skripsinya. Untuk katalog skripsi pendidikan, di situs ini terbagi menjadi tiga format file. Pertama adalah format hardcopy atau dalam bentuk skripsi yang dijilid. Untuk dapat memesan file contoh skripsi dengan format hardcopy ini cukup sebesar 125 ribu per contoh skripsi pendidikan ditambah dengan ongkos kirim di wilayah anda.

Pengiriman menggunakan jasa pengiriman tiki, kelebihan menggunakan jasa pengiriman ini adalah adanya nomor resi yang dapat di-track secara online sehingga dapat diketahui progress lokasi barang pengiriman tersebut. Format kedua adalah format file pdf atau softcopy. Contoh skripsi pendidikan dengan format file pdf ini dibanderol dengan harga 150 ribu untuk per contoh skripsi. Format file jenis kedua ini tidak dikenakan biaya tambahan ongkos kirim karena pengiriman dilakukan melalui email. Sedangkan untuk format ketiga adalah format ms.word. Terdapat sebagian file contoh skripsi pendidikan yang berformat ms.word. per file untuk jenis format ini sebesar 350 ribu, dan pengiriman dilakukan dengan menggunakan email.

Incoming search terms:

Analisis Efisiensi Ekonomi Penggunaan Faktor-faktor Produksi pada Usahatani Kedelai

Analisis Efisiensi Ekonomi Penggunaan Faktor-faktor Produksi pada Usahatani Kedelai – Skripsi ini disusun berdasarkan hasil penelitian yang bertujuan mengkaji besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani kedelai; mengkaji pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi terhadap produksi kedelai; dan mengkaji tingkat efisiensi ekonomi penggunaan faktor produksi usahatani kedelai.

Metode dasar penelitian adalah metode deskriptif analitik dengan teknik survei.

Penelitian dilakukan di Desa Ngadirejo, Desa Tegalharjo, dan Desa Minggarharjo. Pemilihan sampel desa yang dilakukan dengan sengaja (purposive sampling), kriteria yang digunakan dalam pengambilan sampel desa yaitu bahwa desa tersebut memiliki produktivitas yang menempati urutan pertama, kedua, dan ketiga dari beberapa desa yang ada di Kecamatan tersebut.

Jumlah petani sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang dan teknik pengambilan petani sampel menggunakan metode proportional random sampling.

Berdasarkan hasil penelitian pada usahatani kedelai dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Besarnya biaya mengusahakan adalah Rp.4.169.743,68/Ha/MT, besarnya penerimaan usahatani adalah Rp.8.111.100,00/Ha/MT, sehingga pendapatan yang diperoleh petani dari usahatani kedelai adalah sebesar Rp. 3.941.356,32/Ha/MT.
  2. Faktor produksi yang berupa luas lahan, tenaga kerja, benih, pupuk kandang, pupuk phonska, dan insektisida Sevin secara bersama-sama berpengaruh terhadap produksi kedelai. Pengaruh dari setiap faktor produksi menunjukkan bahwa luas lahan, tenaga kerja, dan insektisida Sevin berpengaruh nyata terhadap produksi kedelai, sedangkan faktor produksi benih, pupuk kandang dan pupuk Phonska tidak berpengaruh nyata terhadap produksi kedelai.
  3. Kombinasi penggunaan faktor produksi yang berupa luas lahan, tenaga kerja, benih, pupuk kandang, pupuk Phonska, dan insektisida Sevin pada usahatani kedelai belum mencapai efisiensi ekonomi tertinggi.

Incoming search terms:

Laporan Penelitian Tindakan Kelas | Upaya peningkatan penguasaan IPA melalui Metode Kerja Kelompok

Laporan Penelitian Tindakan Kelas – Judul lengkap dari laporan penelitian tindakan kelas ini adalah “Upaya peningkatan penguasaan IPA konsep energi dan perubahannya melalui metode kerja kelompok pada siswa kelas IV SDN”. Penelitian ini didasarkan pada pemahaman bahwa Metode pembelajaran merupakan salah satu komponen terpenting dalam perencanaan kegiatan pembelajaran karena metode pembelajaran merupakan sarana yang dapat membantu proses belajar siswa pendapat para ahli bahwa metode pembelajaran adalah cara atau jalan menyajikan atau melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan.

Dalam pembelajaran Metode mempunyai pesan yang sangat penting untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan metode yang tepat siswa akan aktif dan terangsang untuk belajar.

Permasalahan Penelitian Tindakan Kelas

Untuk mencapai Kriteria ketuntasan belajar minimal perlu adanya upaya peningkatan kualitas dan prestasi pemahaman. Berkaitan dengan itu perlu juga adanya peningkatan. Kinerja guru dalam proses perbaikan pembelajaran. Agar tingkat prestasi beserta fungsinya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dapat tercapai maka penggunaan metode Kerja Kelompok diperlukan sehubungan dengan hal itu penulis sengaja mengangkat permasalahan dalam penelitian Tindakan kelas untuk proses perbaikan pembelajaran sebagai berikut :

  • Apakah penggunaan metode kerja kelompok dapat meningkatkan penguasaan konsep energi dan perubahannya pada mata pelajaran IPA bagi siswa kelas IV SDN?

Berawal dari akar permasalahan di atas maka dirumuskan suatu permasalahan dalam Penelitian Tindakan Kelas dalam kegiatan proses perbaikan pembelajaran adalah:

  • Sejauh mana tingkat penguasaan penggunaan metode kerja kelompok konsep energi dan perubahannya Mata pelajaran IPA bagi siswa kelas IV.

Langkah-Langkah Penyelesaian Penelitian Tindakan Kelas

Masalah yang telah dirumuskan pada rumusan masalah di atas dilakukan pemecahan masalah (pencarian solusi) dengan menyusun langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Membuat rencana perbaikan yang melibatkan siswa dikelompokkan 
dalam pembelajaran sebanyak 2 siklus,
  2. Membuat rencana kegiatan siswa yang memperhatikan 3 aspek
  3. ketrampilan proses yaitu mengamati, menggolongkan dan
  4. mendemonstrasikan.
c. Menyediakan media yang diperlukan.
  5. Melaksanakan pembelajaran perlaikan penilaian proes, refleksi 
sebanyak 2 siklus.
  6. Melaksanakan analisis kemajuan siswa

Langkah-langkah pemecahan masalah tersebut di atas dipilih karena sesuai dengan pembelajaran yang diisyaratkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Dengan diadakannya Penelitian Tindakan Kelas mengangkat masalah : “Upaya peningkatan penguasaan IPA tentang Konsep Energi Dan Perubahannya Melalui Metode Kerja Kelompok Bagi Siswa Kelas IV SDN ini diharapkan, dapat bermanfaat antara lain yaitu:

  • Bagi siswa sebagai peserta didik
    1. Mampu meningkatkan penguasaan terhadap materi energi dan 
perubahannya sehingga prestasi belajar meningkat.
    2. Mengembangkan motivasi siswa.
    3. Memperbaiki prestasi belajar IPA.
  • Bagi guru sebagai pendidik
    1. Dapat mengetahui kelemahan dan kekurangan dalam menyampaikan 
proses pembelajaran.
    2. Meningkatkan keproporsional guru dalam mengajar
    3. Mampu meningkatkan mutu prestasi serta kinerja guru.
  • Bagi Sekolah
    1. Penciptaan kondisi pembelajaran di sekolah.
    2. Membantu perkembangan sekali untuk peningkatan prestasi dan 
kriteria katentuan minimal pada sekolah tersebut.

Siswa Praktek Metode Kerja Kelompok

Metode Kerja Kelompok


 

Sagala (2006) mengatakan bahwa metode kerja kelompok adalah metode pembelajaran dimana siswa dalam kelas dibagi dalam beberapa kelompok, dimana setiap kelompok dipandang sebagai satu kesatuan tersendiri untuk mempelajari materi pelajaran yang telah ditetapkan untuk diselesaikan secara bersama-sama.

Pada umumnya materi pelajaran yang harus dikerjakan secara bersama-sama dalam kelompok itu diberikan atau disiapkan oleh guru. Materi itu harus cukup komplek isinya dan cukup luas ruang lingkupnya sehingga dapat dibagi-bagi menjadi bagian yang cukup memadai bagi setiap kelompok. Materi hendaknya membutuhkan bahan dan informasi dari berbagai sumber untuk pemecahannya. Masalah yang bisa diselesaikan hanya dengan membaca satu sumber saja tentu tidak cocok untuk ditangani melalui kerja kelompok. Kelompok dapat dibentuk berdasarkan perbedaan individual dalam kemampuan belajar, perbedaan bakat dan minat belajar, jenis kegiatan, materi pelajaran, dan tujuan yang ingin dicapai. Berdasarkan tugas yang harus diselesaikan, siswa dapat dibagi atas kelompok paralel yaitu setiap kelompok menyelesaikan tugas yang sama, dan kelompok komplementer dimana setiap kelompok berbeda-beda tugas yang harus diselesaikan.

Metode kerja kelompok dapat diartikan sebagai bekerjanya sejumlah siswa, baik sebagai anggota kelas secara keseluruhan maupun sebagai anggota kelompok yang lebih kecil, untuk mencapai suatu tujuan tertentu secara bersama-sama. Oleh karena itu, kerja kelompok di dalam laporan penelitian tindakan kelas ini juga ditandai oleh: 1) Adanya tugas bersama; 2) Pembagian tugas dalam kelompok ; dan 3) Adanya kerja sama antara anggota kelompok dalam penyelesaian tugas kelompok.

 

Incoming search terms:

Tinjauan Mengenai Undang-Undang Telekomunikasi

Tinjauan Mengenai Undang-Undang Telekomunikasi – Seiring dengan kemajuan teknologi dan tuntutan jaman mengakibatkan banyaknya perubahan yang terjadi dibidang telekomunikasi. Perubahan ini tidak hanya terjadi dari segi teknologi pada alat-alat komunikasi tetapi juga terjadi perubahan pada peraturan-peraturan yang mengatur mengenai komunikasi, seperti halnya peraturan baru yang ditetapkan oleh pemerintah mengenai komunikasi yang ditegaskan kembali lewat Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.

Dalam undang-undang telekomunikasi tersebut diatur segala hal yang menyangkut hubungan komunikasi, bahkan juga diatur mengenai definisi dari telekomunikasi itu sendiri seperti yang ditegaskan dalam Pasal 1 butir 1 Undang-Undang Telekomunikasi bahwa yang dikatakan sebagai

Telekomunikasi adalah setiap pemancaran, pengiriman, dan/atau penerimaan dan setiap informasi dalam bentuk tanda-tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara, dan bunyi melalui system kawat, optic, radio, atau system elektromagnetik lainnya.

Pengaturan mengenai alat komunikasi, perangkat Telekomunikasi, sarana dan prasarana Telekomunikasi, maupun segala sesuatu yang dapat mendukung terciptanya suatu jaringan Telekomunikasi tercantum dalam Pasal 1 butir 2, butir 3, dan butir 4 Undang-Undang Telekomunikasi.

Yang dimaksud dengan jaringan Telekomunikasi adalah suatu rangkaian perangkat Telekomunikasi dan kelengkapannya yang digunakan dalam rangka bertelekomunikasi (Pasal 1 butir 6 Undang-Undang Telekomunikasi).

Terdapat beberapa perbedaan antara Undang-Undang Perlindungan Konsumen dengan Undang-Undang Telekomunikasi, yaitu terletak pada subyek undang-undang tersebut. Dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen ditegaskan bahwa subyek undang-undang tersebut dinamakan dengan konsumen, yaitu setiap orang pemakai barang dan/atau jasa. Sedangkan dalam Undang-Undang Telekomunikasi Pasal 1 butir 9, butir 10, dan butir 11 ditegaskan bahwa istilah konsumen, seperti dalam Undang- Undang Perlindungan Konsumen, dinilai terlalu luas sehingga diganti menjadi tiga kategori konsumen, yaitu :

  1. Pelanggan adalah perseorangan, badan hukum, instansi pemerintah yang menggunakan jaringan Telekomunikasi dan/atau jasa Telekomunikasi berdasarkan kontrak,
  2. Pemakai adalah perseorangan, badan hukum, instansi pemerintah yang menggunakan jaringan Telekomunikasi dan/atau jasa yang tidak berdasarkan kontrak,
  3. Pengguna adalah pelanggan dan pemakai.

Technology Acceptance Model (TAM)

Technology Acceptance Model (TAM) – TAM merupakan adaptasi dari TRA yang diperkenalkan oleh Davis pada tahun 1986. Tujuan TAM lebih dikhususkan untuk menjelaskan perilaku para pengguna komputer (computer usage behavior).

TAM menggunakan TRA sebagai dasar teoritikal untuk menspesifikasi hubungan kausal antara dua kunci kepercayaan (belief) yaitu persepsi manfaat (Perceive Usefulness) dan persepsi kemudahan penggunaan (Perceieved Ease of Use). TAM jauh lebih spesifik dibandingkan dengan TRA, karena TAM ditujukan hanya untuk perilaku penggunaan teknologi komputer (Davis et.al,, 1986). Model TAM ini tidak hanya bisa untuk memprediksi, namun juga bisa menjelaskan sehingga peneliti dan para praktisi bisa mengidentifikasi mengapa suatu faktor tidak diterima dan memberikan kemungkinan langkah yang tepat.

Tujuan utama dari Technology Acceptance Model (TAM) sesungguhnya adalah untuk memberikan dasar langkah dari dampak suatu faktor eksternal pada kepercayaan intern (internal beliefs), sikap (attitude) dan niat (intention). TAM dirancang untuk mencapai tujuan tersebut dengan cara mengidentifikasi beberapa variabel dasar yang disarankan pada penelitian sebelumnya yang setuju dengan faktor-faktor yang mempengaruhi secara cognitif dan affectif pada penerimaan komputer (computer acceptance) dan menggunakan TRA sebagai dasar teoritikal untuk menentukan model hubungan variabel penelitian. TAM memposisikan dua kepercayaan (beliefs), yaitu perceive usefulness dan perceieved ease of use sebagai faktor utama perilaku penerimaan komputer

Dalam Technology Acceptance Model (TAM) dikenal ada 5 konstruk (Davis et. al, 1986), seperti terlihat pada gambar II.2, yaitu:

  1. Persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use), didefinisikan sebagai sejauh mana seorang percaya bahwa menggunakan suatu teknologi akan bebas dari usaha.
  2. Persepsi kegunaan (perceived usefulness), didefinisikan sebagai sejauh mana seorang percaya bahwa menggunakan suatu teknologi akan meningkatkan kinerjanya.
  3. Sikap terhadap penggunaan teknologi (attitude toward using), didefinisikan sebagai evaluasi dari pemakai tentang ketertarikannya dalam menggunakan teknologi.
  4. Minat perilaku menggunakan teknologi (behavioral intention to use), didefinisikan sebagai minat (keinginan) seseorang untuk melakukan perilaku tertentu.
  5. Penggunaan teknologi sesungguhnya (actual technology usage), diukur dengan jumlah waktu yang digunakan untuk berinteraksi dengan teknologi dan frekuensi penggunaan teknologi tersebut.

Tag : Technology Acceptance Model 

Incoming search terms:

Pengertian Hubungan Masyarakat

Pengertian Hubungan Masyarakat – Makna Humas atau Public Relations itu terkesan relatif karena begitu banyak orang yang mencoba menafsirkannya sendiri sehingga justru sering menimbulkan salah pengertian.

 

Terdapat begitu banyak definisi Humas, namun pada intinya Humas atau PR tersebut senantiasa berkenaan dengan kegiatan penciptaan pemahaman melalui pengetahuan, dan melalui kegiatan- kegiatan tersebut diharapkan akan muncul suatu dampak yakni berupa perubahan yang positif. Dengan demikian PR adalah suatu bentuk komunikasi yang berlaku terhadap semua jenis organisasi, baik yang bersifat komersial maupun non-komersial, di sektor publik (pemerintah) maupun privat (pihak swasta). Untuk menghindari salah pengertian, sebaiknya melihat makna atau definisi PR tersebut langsung dari kamus. Sebagian besar salah kaprah yang beredar atas pengertian PR itu sebenarnya disebabkan oleh keengganan untuk melihat isi kamus. (Frank Jefkins, 1995: 2)

Disini dapat ditinjau tiga definisi PR dalam buku Public Relations karangan Frank Jefkins (1995: 8) yang secara internasional telah dianggap sebagai batasan pengertian bagi orang-orang yang setiap harinya menggeluti dunia PR, yakni sebagai berikut:

  1. Definisi menurut (British) Institute of Public Relations (IPR) 
Humas adalah keseluruhan upaya yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik (goodwill) dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya.
  2. Definisi menurut penulis (Frank Jefkins)
 Humas adalah semua bentuk komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian.
  3. Pernyataan Meksiko (The Mexican Statement)
 praktek Kehumasan adalah suatu seni sekaligus ilmu sosial yang menganalisis berbagai kecenderungan, memperkirakan setiap kemungkinan konsekuensinya, memberi masukan dan saran-saran kepada para pemimpin organisasi, serta menerapkan program-program tindakan yang terencana untuk melayani kebutuhan organisasi dan kepentingan khalayaknya.

Tag : Pengertian Hubungan Masyarakat

Incoming search terms:

Contoh Makalah Jurusan Komunikasi

Contoh Makalah Jurusan Komunikasi – Peran Humas Pemerintahan Melalui Kegiatan Internal dan Eksternal di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karanganyar

Setiap lembaga ataupun organisasi pasti pernah dirundung suatu masalah, sangat wajar jika timbul kesadaran dari lembaga akan perlunya kesiapan tersendiri dalam menghadapinya. Oleh karena itu, lembaga membutuhkan seorang Humas atau Praktisi PR melalui tugas, fungsi serta perannya di bagian kehumasan (informasi dan pemberitaan). Dalam hal ini, apabila terjadi kesimpangsiuran berita atau kesalahan pemberitaan, seorang Humas atau PR dapat menggunakan perannya lewat klarifikasi masalah terhadap kebenaran berita sebenarnya yaitu meluruskan opini yang keliru tentang lembaga dan memanfaatkan tugasnya untuk membangun citra yang baik.

Selain itu dalam mengatasi masalah, seorang Humas atau PR menerapkan fungsinya yaitu memelihara hubungan baik dengan masyarakat melalui komunikasi timbal balik antara lembaga dengan publik atau masyarakat. Selanjutnya hubungan baik merupakan kunci sukses bagi organisasi dalam menjalankan misinya karena dapat melahirkan sinergi dan kepercayaan publik. Tanpa hubungan yang baik dan harmonis, keahlian individual, kecanggihan konsep, persediaan kapital yang melimpah, tingginya daya beli masyarakat, dukungan elit pengusaha, atau kehebatan teknologi tidak akan memberi manfaat optimal karena tidak ada tempat yang kondusif untuk berkembang. Tanpa hubungan baik, setiap pihak sibuk dengan aksi jegal-menjegal, kecil-mengecilkan, sampai injak-menginjak. (Emeraldy Chatra dan Rulli Nasrullah, 2008: 27).

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika bukanlah suatu lembaga yang mengeruk laba atau keuntungan tetapi lembaga tersebut memberikan jasa berupa informasi kepada publik atau masyarakat. Dalam lembaga pemerintahan ini tidak lepas dari peranan seorang Humas atau PR yang bertugas sebagai jembatan penghubung komunikasi antara pemerintah dengan publik atau masyarakat. Melalui kegiatan internal dan eksternal peranan Humas di lembaga pemerintahan ini, transparansi kegiatan pemerintah dapat diketahui masyarakat. Dengan ketrbukaan (transparansi), masalah dapat dengan mudah diatasi karena kepercayaan serta kesepakatan bersama antara pemerintah dengan publik dibangun secara berkesinambungan.

Di jaman yang serba modern sekarang ini informasi sangat dibutuhkan. Sebagai Mahasiswa yang berbekal pendidikan formal bidang komunikasi diharapkan mengetahui berbagai informasi penting sehingga dapat mengantisipasi dan mengatasi masalah yang seketika bisa muncul di era globalisasi seperti sekarang ini. Peran Humas informasi dan pemberitaan dengan besarnya publik terkait Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika tersebut penting untuk diketahui lebih jauh lagi dan sangat bermanfaat untuk menerapkan ilmu teoritis yang diperoleh di bangku kuliah dan dijadikan sebagai pengalaman yang berharga.

Penulis memilih Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika yang berlokasi di Kabupaten Karanganyar sebagai objek penelitian karena Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika merupakan lembaga pemerintahan yang memerlukan pentingnya peranan seorang Humas atau PR untuk melaksanakan kegiatan-kegiatannya baik internal maupun eksternal serta operasi-operasinya di berbagai tempat dan bidang dalam kehidupan masyarakat modern seperti sekarang ini.

Selain itu, karena sesuai dengan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah jurusan Hubungan Masyarakat atau Public Relations dimana penulis bisa mengaplikasikan ilmunya di lembaga tersebut terutama di bidang kehumasan (informasi dan pemberitaan). Oleh karena itu, penulis mengambil judul laporan tugas akhir ini Peran Humas Pemerintahan Melalui Kegiatan Internal dan Eksternal di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karanganyar.”

 

Incoming search terms: