April 24, 2014

Optimalisasi kompetensi dalam Dunia Kerja

Optimalisasi kompetensi

Optimalisasi kompetensi

Optimalisasi kompetensi~ Setiap organisasi bisnis atau perusahaan di bidang jasa, dagang dan industri tentu membutuhkan sumber daya manusia dalam menggerakkan kemajuan profit perusahaan ke tingkat selanjutnya di tengah perwujudan sejumlah target pendapatan, misi maupun visi perusahaan.

Dalam hal ini Pusat Tesis yang merupakan Jasa Pembuatan Disertasi, Skripsi, Tesis  akan memberikan wawasan yang lebih jauh lagi mengenai optimalisasi kompetensi.

Apalagi dalam penentuan batas waktu dengan biaya yang terus mengalir membatasi pendapatan, maka perwujudan ini perlu segera di realisasikan hasilnya seoptimal mungkin dengan upaya menuntaskan perampungan tugas-tugas pelayanan di kegiatan kerja.

Kita semua tahu, perampungan kegiatan seperti ini dan dalam upaya mencapai sukses perusahaan tentu di butuhkan daya sebagai pelaksana yakni tenaga dan waktu, dengan efisiensi dan efektivitas seoptimal mungkin, di setiap jam, di setiap menit bahkan di setiap detik bisa menghasilkan sesuatu yang positif.

Pencurian ‘time’ adalah kebiasaan umum yang sia-sia dan sulit mengakibatkan peningkatan dalam pengembangan pada bidang yang di tekuni di setiap unit / personal, terutama berdampak pada pertumbuhan motivasi dan prestasi.

Adanya efektivitas waktu seperti, dengan menyisihkan 1 jam sehari dan bertujuan mengembangkan kondisi-kondisi positif memacu berprestasi dalam setiap personal kerja dan sumber daya manusia-nya, bukankah perusahaan ini sudah mengoptimalkan waktu dan membentuk tenaga ke dalam pertumbuhan positif yang mutualisme.

Bila kegiatan optimalisasi waktu dan tenaga ini di laksanakan konsisten yakni sehari 1 jam maka dalam jangka 1 minggu ke depan sudah menghasilkan 6 jam waktu memoles skills dan tenaga personal untuk lebih berdaya, dan dalam 1 bulan terdapat 24 jam jiwa-jiwa berprestasi yang terasah dan terbentuk, dan dengan memanfaatkan efektivitas waktu 288 jam dalam setahun, tentu sebuah ketrampilan, motivasi kerja maupun prestasi pasti terasah tajam dan menjadi luar biasa.

Seperti yang di tuliskan Motivator top dunia Anthony Robbins, “Pengulangan merupakan Ibu Ketrampilan.” Setajam-tajamnya gergaji ketrampilan yg tak diasah, akhirnya tumpul juga. Tetapi meskipun gergaji dan motivasi sangat tumpul, jika di asah terus, akhirnya tajam dan gemilang juga”

Ketajaman ketrampilan dan motivasi gemilang mengukuhkan pertumbuhan positif di setiap personal dengan spirit pelaksana yang memicu karya prestasi cemerlang dan menguntungkan perusahaan dari berbagai sektor dan segi.

Melalui pemikiran optimalisasi ini, bukan seberapa panjang seseorang bekerja, melainkan ‘bagaimana’ ia bekerja dengan motivasi dan kompetensi membangun keberhasilan, prestasi serta keunggulan dalam bidang yang di tekuninya. Adanya faktor ‘bagaimana’ ini yang menciptakan perbedaan antara orang-orang biasa dan bekerja biasa-biasa, dengan orang-orang biasa dan bisa bekerja secara luar biasa.

Demikian artikel yang membahas mengenai Optimalisasi Tingkat Kompetensi, Motivasi dan Prestasi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda.

Artikel Yang Terkait:

 

Pemutusan Hubungan Kerja Sumber Daya Manusia

Pemutusan Hubungan Kerja

Pemutusan Hubungan Kerja

Pemutusan Hubungan Kerja~ Dalam dunia kerja, kita lazim mendengar istilah Pemutusan Hubungan Kerja atau yang sering disingkat dengan kata PHK. PHK sering kali menimbulkan keresahan khususnya bagi para pekerja. Bagaimana tidak?  Keputusan PHK ini akan berdampak buruk bagi kelangsungan hidup dan masa depan para pekerja yang mengalaminya.

Pusat Tesis yang merupakan Jasa Pembuatan Disertasi, Skripsi, Tesis Akan membahas lebih lanjut mengenai Pemberhentian Hubungan Kerja  SDM.

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja dan perusahaan/majikan. Hal ini dapat terjadi karena pengunduran diri, pemberhentian oleh perusahaan atau habis kontrak.

Fungsi Pemutusan Hubungan Kerja dilakukan adalah sebagaio berikut:

  1. Mengurangi biaya tenaga kerja
  2. Menggantikan kinerja yang buruk. Bagian integral dari manajemen adalah mengidentifikasi kinerja yang buruk dan membantu meningkatkan kinerjanya.
  3. Meningkatkan inovasi. PHK meningkatkan kesempatan untuk memperoleh keuntungan.
  4. Kesempatan untuk perbedaan yang lebih besar. Meningkatkan kesempatan untuk mempekerjakan karyawan dari latar belakang yang berbeda-beda dan mendistribusikan ulang komposisi budaya dan jenis kelamin tenaga kerja.

Prinsip-prinsip dalam pemutusan hubungan kerja adalah mengenai alasan dan mekanisme pemutusan hubungan kerja. Maka alasan pemutusan hubungna kerja (PHK) antara lain sebagai berikut:

1. Undang-Undang

Undang-undang dapat menyebabkan seseorang harus berhenti seperti karyawan WNA yang sudah habis izinnya.

2. Keinginan Perusahaan

Perusahaan dapat memberhentikan karyawan secara hormat ataupun tidak apabila karyawan melakukan kesalahan besar

3. Keinginan karyawan

Buruh dapat memutuskan hubungan kerja sewaktu-waktu karena alasan mendesak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

4.  Pensiun

Ketika seseorang telah mencapai batas usia tertentu sesuai dengan peraturan perusahaan yang disepakati.

5.Kesehatan karyawan

Kesehatan karyawan dapat dijadikan alasan pemberhentian karyawan. Ini bisa berdasarkan keinginan perusahaan atau keinginan karyawan yang juga telah diatur berdasarkan perundang-undangan  ketenagakerjaan yang berlaku.

6. Perusahaan dilikuidisasi

Karyawan dilepas jika perusahaan dilikuidisasi atau ditutup karena bangkrut.

7. Meninggal dunia

8.Kontrak kerja berakhir

Menurut Sedarmayanti Jenis Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) ada 2 jenis, yaitu:

  1. Permberhentian Sementara biasanya terjadi pada karyawan tidak tetap yang hubungan kerjanya bersifat tidak tetap, perusahaan yang bergerak pada produk musiman, Karyawan yang dikenakan tahanan sementara oleh yang berwajibkarena disangkatelah berbuat tindak pidana kejahatan.
  2. Pemberhentian Permanen sering disebut pemberhentian, yaitu terputusnya ikatan kerja antara karyawan dengan perusahaan tempat bekerja.

Kemudian menurut Mutiara S. Panggabean Jenis Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ada 4 Jenis, diantaranya:

  1. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atas kehendak sendiri (Voluntary turnover) hal ini terjadi jika karyawan yang memutuskan untuk berhenti dengan alasan pribadi.
  2. Pemberhentian Karyawan karena habis masa kontrak atau karena tidak dibutuhkan lagi oleh organisasi (Lay Off).
  3. Pemberhentian karena sudah mencapai umur  pensiun (Retirement). Saat berhenti biasanya antara usia 60 sampai 65 tahun.
  4. Pemutusan hubungan kerja yang dilakukan atas kehendak pengusaha. Dalam hal ini pengusaha mmutuskan hubungan kerja dengan pekerja mungkin disebabkan adanya pengurangan aktivitas atau kelalian pegawai atau pelanggaran disiplin yang dilakukan pekerja.

Demikian artikel yang membahas mengenai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Jenis-jenis PHK, Prinsip PHK. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda.

Artikel Yang Terkait:

Incoming search terms:

Manajemen SDM Sektor Publik

SDM Sektor Publik

SDM Sektor Publik

SDM Sektor Publik~ Seperti yang telah dibahas sebelumnya sumber daya manusia (SDM) sangat di butuhkan dalam berbagai sektor, salah satunya sektor publik.

Manusia yang hakikatnya memiliki potensi yang dapat diasah dituntut sebagai sumber daya manusia yang dapat memberikan pengembangan kontribusi positif bagi sektor publik, maupun dirinya sendiri.

Dari ulasan di atas Pusat Tesis yang merupakan Jasa Pembuatan Disertasi, Skripsi, Tesis  tertarik untuk membahasnya secara lebih lanjut seputar manajemen sumber daya manusia (MSDM)  sektor publik.

Dalam sektor publik, MSDM diartikan sebagai instrumen pendukung bagi proses transformasi organisasi yang merubah input menjadi output yang nantinya akan mempunyai nilai tambah bagi organisasi/ instansi serta masyarakat luas. MSDM sektor publik memusatkan kajiannya pada pencapaian kepuasan masyarakat sebagai customer yang harus dilayani.

Manajemen Pegawai Negeri Sipil perlu diatur secara menyeluruh, dengan menerapkan norma, standar, dan prosedur yang seragam dalam penetapan formasi, pengadaan, pengembangan, penetapan gaji, dan program kesejahteraan serta pemberhentian yang merupakan unsur dalam manajemen Pegawal Negeri Sipil, baik Pegawai Negeri Sipil Pusat maupun Pegawai Negeri Sipil Daerah.

Dengan adanya keseragaman tersebut, diharapkan akan dapat diciptakan kualitas Pegawai Negeri Sipil yang seragam di seluruh  Indonesia. Di samping rnemudahkan penyelenggaraan manajemen kepegawaian, manajemen yang seragam dapat pula mewujudkan keseragaman perlakuan dan jaminan kepastian hukum bagi seluruh Pegawai Negeri Sipil.

Undang-undang ini menegaskan bahwa untuk menjamin manajemen dan pembinaan karier Pegawai Negeri Sipil, maka jabatan yang ada dalam organisasi pemerintahan baik jabatan struktural maupun jabatan fungsional merupakan jabatan karier yang hanya dapat diisi atau diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil, dan/atau Pegawai Negeri yang telah beralih status sebagai Pegawai Negeri Sipil.

Pegawai sektor publik dibedakan menjadi:

1. Pegawai Negeri Sipil (PNS)

PNS adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat dan diangkat oleh pejabat negara yang berwenang.

2. Pegawai Honorer

Pegawai honorer adalah pegawai sektor publik yang tidak tetap atau biasa disebut pegawai kontrak.

3. Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)

PPPK diangkat oleh pejabat negara yang berwenang, yang telah memenuhi syarat dengan perjanjian kerja dalam jangka waktu 12 bulan.

Pegawai Negeri Sipil dibedakan menjadi:

1. Pegawai Negeri Sipil Pusat

Pegawai Negeri Sipil yang gajinya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan bekerja pada Departemen, Lembaga Non Departemen, Kesekretariatan Lembaga tertinggi/Tinggi Negara, dan kepaniteraan pengadilan..

2. Pegawai Negeri Sipil Daerah

Pegawai Negeri Sipil yang bekerja di daerah otonom seperti daerah provinsi/kabupaten/kota dan gajinya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan dipekerjakan pada pemerintah daerah maupun dipekerjakan di luar instansi induknya.

Demikian artikel yang membahas mengenai Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM), Pegawai Sektor Publik, Kelompok PNS. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda sebagai bahan acuan refrensi.

Artikel Yang Terkait:

 

Incoming search terms:

Produk

Produk

Produk

Produk ~ Sekumpulan atribut yang nampak maupun yang tidak nampak mencakup warna, bentuk, aroma, kemasan dan sebagainya yang diterima oleh konsumen dan dapat  memenuhi kebutuhannya.Produk menurut Kotler dan Amstrong (1996:274) adalah : “A product as anything that can be offered to a market for attention, acquisition, use or consumption and that might satisfy a want or need”. Artinya produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan dan yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen.

Menurut Tjiptono (1999:95) secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas “sesuatu” yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli.

Menurut Kotler (2003:408) ada lima tingkatan produk, yaitu core benefit, basic product, expected product, augmented product dan potential product. Penjelasan tentang kelima tingkatan produk adalah :

a. Core benefit (namely the fundamental service of benefit that costumer really buying) yaitu manfaat dasar dari suatu produk yag ditawarkan kepada konsumen.
b. Basic product (namely a basic version of the product) yaitu bentuk dasar dari suatu produk yang dapat dirasakan oleh panca indra.
c. Expected product (namely a set of attributes and conditions that the buyers normally expect and agree to when they purchase this product) yaitu serangkaian atribut-atribut produk dan kondisi-kondisi yang diharapkan oleh pembeli pada saat membeli suatu produk.
d. Augmented product (namely that one includes additional service and benefit that distinguish the company’s offer from competitor’s offer) yaitu sesuatu yang membedakan antara produk yang ditawarkan oleh badan usaha dengan produk yang ditawarkan oleh pesaing.
e. Potential product (namely all of the argumentations and transformations that this product that ultimately undergo in the future) yaitu semua argumentasi dan perubahan bentuk yang dialami oleh suatu produk dimasa datang.

Incoming search terms:

Wirausahawan

Wirausahawan

Wirausahawan

Wirausahawan~  Merupakan orang-orang yang memiliki kemauan dan kemampuan melihat serta memanfaatkan peluang-peluang usaha, mengumpulkan sumberdaya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan dengan memanfaatkan potensi diri yang dimilikinya untuk mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh stakeholders.

Wirausahawan adalah seorang katalisator. Mereka adalah orang-orang yang melakukan tindakan sehingga suatu gagasan bisa terwujud menjadi suatu kenyataan. Mereka menggunakan kreativitasnya untuk senantiasa melakukan pengembangan yang bersinambungan. Wirausahawan didefinisikan oleh David E. Rye (1996: 3-4) sebagai seorang yang mengorganisasikan dan mengarahkan usaha dan pengembangan baru, memperluas dan memberdayakan suatu perusahaan/organisasi, untuk memproduksi produk baru atau menawarkan jasa baru kepada pelanggan baru dalam suatu pasar yang baru.

Dalam bahasa Joseph Schumpeter, wirausahawan didefinisikan sebagai orang yang memperbaiki orde ekonomi yang sudah ada dengan memperkenalkan produk (barang dan jasa) baru, dengan menciptakan organisasi baru, atau dengan mengeksploitasi bahan baku baru (Bygrave, 1996: 1). Definisi lain tentang wirausahawan yang dipresentasikan oleh William D. Bygrave adalah orang yang memperoleh peluang dan menciptakan suatu organisasi untuk mengejar peluang itu (Bygrave, 1996: 2).

Karakteristik yang dimiliki oleh seorang wirausaha memenuhi syarat-syarat keunggulan bersaing bagi suatu perusahaan/organisasi, seperti inovatif, kreatif, adaptif, dinamik, kemampuan berintegrasi, kemampuan mengambil risiko atas keputusan yang dibuat, integritas, daya-juang, dan kode etik niscaya mewujudkan efektivitas perusahaan/organisasi.

Dengan demikian, seorang wirausahawan mengetahui berbagai fungsi yang terkait dalam mengelola suatu perusahaan/organisasi, seperti fungsi manajemen, keuangan, pemasaran, produksi, operasi, sumberdaya manusia, organisasi dan kelembagaan. Wirausahawan adalah seorang yang berorientasi prestasi dan meyakini bahwa mereka menguasai kemampuan sendiri

 

Visi Perusahaan

Visi Perusahaan

Visi Perusahaan

Visi perusahaan ~ Kondisi yang akan dicapai oleh perusahaan di masa yang akan datang dan merupakan falsafah bagi manajemen perusahaan dan setiap orang yang terlibat dalam organisasi perusahaan dalam menjalankan aktifitasnya.Menurut J.B. Whittaker dalam bukunya “Strategic Planning and Management”, visi perusahaan adalah gambaran masa depan yang akan dipilih dan yang akan diwujudkan pada suatu saat yang ditentukan.

Menurut Kotler visi adalah pernytaan tentang tujuan organisasi yang diekspresikan dalam produk dan pelayanan yang ditawarkan, kelompok masyarakat yang dilayani, nilai-nilai yang diperoleh serta aspirasi dan cita-cita masa depan.Berdasarkan pengertian-pengertian visi perusahaan di atas maka dapat disimpulkan bahwa visi perusahaan adalah pandangan jauh ke depan, kemana perusahaan-perusahaan tersebut akan dibawa atau gambaran apa yang diinginkan oleh perusahaan. Visi perusahaan akan menunjukan suatu kondisi ideal tentang masa depan yang realistis, dapat dipercaya, meyakinkan, serta mengandung daya tarik.

Penetapan visi perusahaan memiliki tujuan. Adapun tujuan penetapan visi perusahaan, yaitu:

1. Mencerminkan sesuatu yang akan dicapai perusahaan
2. Memiliki orientasi pada mas adepan perusahaan
3. Menimbulkan komitmen tinggi dari seluruh jajaran dan lingkungan perusahaan
4. Menentukan arah dan fokus strategi perusahaan yang jelas
5. Menjamin kesinambungan kepemimpinan organisasi perusahaan

Dalam penetapan visi perusahaan harus memenihi persyaratan dan kriteria. Adapun persyaratan dan kriteria visi perusahaan antara lain :

1. Dapat dibayangkan oleh seluruh jajaran organisasi perusahaan
2. Dapat dikomunikasikan dan dapat dimengerti oleh seluruh jajaran organisasi perusahaan
3. Berwawasan jangka panjang dan tidak mengabaikan perkembangan zaman
4. Memiliki nilai yang memang diinginkan oleh anggota organisasi perusahaan
5. Terfokus pada permasalahnan instansi perusahaan agar dapat beroperasi

Utang Jangka Pendek

Utang Jangka Pendek

Utang Jangka Pendek

Utang jangka pendek ~ Yaitu utang yang harus segera dilunasi, paling lambat umur dari utang ini satu tahun atau 1 periode akuntansi, misalnya 1 januari 2009-31 Desember 2009.Yang termasuk utang jangka pendek di antaranya:

  1. Utang Wesel/Wesel Bayar: yaitu wesel yang harus kita bayar kepada pihak lain yang pernah kita berikan kepadanya. Biasanya umur utang wesel adalah 30 hari, 60 hari, atau 90 hari.
  2. Utang Dagang (Account Payable): ialah utang kepada rekanan (suplier) yaitu utang dalam rangka kegiatan perusahaan, atau utang ini terjadi karena membeli barang yang belum dibayar.
  3. Biaya-biaya yang harus dibayar: yaitu biaya-biaya yang belum kita lunasi dalam periode pembukuan tertentu. Misalnya utang gaji, utang upah dan utang-utang biaya lainnya.

Dalam hutang jangka pendek dapat dilihat dari segi positif dan negatifnya ,berikut ini segi positif dan negatif hutang jangka pendek ialah :

Segi positif :

1. Kita tidak perlu khawatir untuk dana pembayarannya. Karena waktu yang cukup singkat biasanya kita bisa memperkirakan seberapa besar kemampuan kita untuk dapat melunasi hutang tersebut tanpa harus mengganggu kestabilan keuangan rumah tangga, badan, ataupun pribadi.
2. Bunga yang timbul dalam hutang jangka pendek cenderung lebih kecil. Karena pengali (waktu pengambilan hutang) kecil.

Segi negatif :

1. Kita tidak mempunyai banyak kesempatan untuk mencari peluang usaha yang bisa kita jalani untuk membantu membayar angsuran tersebut.
2. Cicilan pokok pinjaman cenderung besar, dikarenakan pembagi pokok pinjaman (waktu cicilan) terlalu kecil.

Utang Jangka Panjang

Utang Jangka Panjang

Utang Jangka Panjang

Utang jangka panjang ~ Suatu kewajiban perusahaan yang jangka waktu pelunasannya lebih dari satu tahun.Baridwan (2000 : 365) mengatakan bahwa “hutang jangka panjang digunakan untuk menunjukkan hutang-hutang yang pelunasannya akan dilakukan dalam waktu lebih dari satu tahun atau akan dilunasi dari sumber-sumber yang bukan dari kelompok aktiva lancar”. Senada dengan pendapat yang dikemukakan oleh Gunadi (2005 : 83) bahwa “kewajiban jangka panjang merupakan hutang yang tidak akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau yang pengeluarannya tidak menggunakan sumber aktiva lancar”. Berdasarkan definisi dan penjelasan para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa hutang jangka panjang merupakan pinjaman yang diperoleh perusahaan dari pihak ketiga atau kreditor, yang jatuh temponya lebih dari satu tahun, dan dilunasi dengan sumber-sumber yang bukan dari aktiva lancar, serta jumlah hutang jangka panjang tersebut tidak boleh melebihi jumlah modal sendiri.

Dapat disimpulkan hutang jangka panjang adalah utang yang diharapkan akan dibayar dalam jangka waktu lebih dari satu tahun atau lebih dari satu siklus operasi normal perusahaan (mana yang lebih panjang), dan dengan menggunakan aktiva tidak lancar yang ada atau dengan menimbulkan kewajiban jangka panjang lainnya atau dengan mengalihkan menjadi modal saham.

Secara garis besar hutang jangka panjang digolongkan pada dua golongan yaitu :

1. Hutang Hipotik (mortgages payable): Hutang yang timbul berkaitan dengan perolehan dana dari pinjaman yang dijaminkan dengan harta tetap. Dalam penjanjian disebutkan harta peminjam yang dijadikan jaminan berupa tanah atau gedung. Jika peminjam tidak melunasi pada waktunya, pemberi pinjaman dapat menjual jaminan tersebut yang kemudian diperhitungkan dengan hutang.
2. Hutang Obligasi (bonds payable) : Hutang yang timbul berkaitan dengan dana yang diperoleh melalui pengeluaran surat-surat obligasi. Pembeli obligasi disebut pemegang obligasi. Dalam surat obligasi dicantumkan nilai nominal obligasi, bunga pertahun, tanggal pelunasan obligasi dan ketentuan lain sesuai jenis obligasi tersebut.
3. Utang wesel jangka panjang (long-term notes payable)
4. Utang sewa-guna-usaha (lease obligations)

Transaksi

Transaksi

Transaksi

Transaksi ~ peristiwa-peristiwa dalam perusahaan yang bersifat keuangan (finansial).Transaksi Menurut Sunarto Zulkifli (2003:10) dalam bukunya yang berjudul “Dasar-dasar Akuntansi Perbankan Syariah” menyatakan bahwa : “Secara umum transaksi dapat diartikan sebagai kejadian ekonomi/ keuangan yang melibatkan paling tidak 2 pihak (seseorang dengan seseorang atau beberapa orang lainnya) yang saling melakukan pertukaran, melibatkan diri dalam perserikatan usaha, pinjam meminjam atas dasar sama-sama suka ataupun atas dasar suatu ketetapan hukum atau syariah yang berlaku. Dalam sistem ekonomi yang paradigma Islami, transaksi harus dilandasi oleh aturan hukum-hukum Islam (syariah) karena transaksi adalah manifestasi amal manusia yang bernilai ibadah dihadapan Allah, yang dapat dikategoriakn menjadi 2 yaitu transaksi halal dan haram.”

Di dalam pembahasan transaksi sendiri ,transaksi di perusahaan dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
1.Transaksi Intern
Transaksi yang hanya melibatkan pihak-pihak yang ada dalam perusahaan.
Contoh : Transaksi pemakaian perlengkapan kantor,perubahan harta kekayaan perusahaan karena penyusutan.
2.Transaksi Ekstern
Traksaksi yang melibatkan pihak luar dari perusahaan seperti bank,pemasok,pelanggan dan lain sebagainya.
Contoh :pelunasan hutang perusahaan,pembelian peralatan kantor, dll.

Incoming search terms:

Segmen Pasar

Segmen Pasar

Segmen Pasar

Segmen Pasar ~ Kelompok besar (yang memiliki sekumpulan karakteristik) yang dapat diidentifikasi dalam sebuah pasar.Segmentasi pasar adalah pengelompokkan pasar menjadi kelompok-kelompok konsumen yang homogen, dimana tiap kelompok (bagian) dapat dpilih sebagai pasar yang dituju (ditargetkan) untuk pemasaran suatu produk. Agar segmentasi pasar atau pengelompokkan pasar dapat berjalan dengan efektif maka harus memenuhi syarat-syarat pengelompokkan pasar sebagai berikut :

1. Measurability, yaitu ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu pembeli harus dapat diukur atau dapat didekati.
2. Accessibility, yaitu suatu keadaan dimana perusahaan dapat secara efektif memusatkan (mengarahkan) usaha pemasarannya pada segmen yang telah dipilih.
3. Substantiability, yaitu segmen pasar harus cukup besar atau cukup menguntungkan untuk dapat dipertimbangkan program-program pemasarannya.
3. Substantiability, yaitu segmen pasar harus cukup besar atau cukup menguntungkan untuk dapat dipertimbangkan program-program pemasarannya.

Segmentasi pasar (marketing segmentation) merupakan suatu langkah awal pemasaran (marketing) untuk membagi-bagi berbagai macam konsumen yang ada di pasar dan memilih salah satu bagian dari segmen tersebut yang akan dijadikan target pemasaran (Marketing Target). Yang dimaksud dengan target pemasaran (Marketing Target) di atas adalah jenis konsumen yang dipilih merupakan tujuan pemasaran (marketing goals) paket outbound tour.

Tujuan utama segmentasi pasar (Market Segmentation) adalah untuk merangsang semua pelanggan yang berpotensial. Pemasaran (marketing) yang tidak memiliki target adalah sia-sia, karena ada banyak kelompok pelanggan yang mungkin tidak tertarik untuk membeli jasa yang dijual. Inti dari suatu pemasaran (marketing) yang baik adalah mengambil satu segmen yang paling menarik dalam pelayanan yang spesifik dan mengaplikasikan unsur-unsur pemasaran terhadap segmen tersebut. Pembagian segmen pasar meliputi :

1. Segmentasi pasar konsumen
Yaitu membentuk segmen pasar dengan menggunakan ciri-ciri konsumen (consumer characteristic), kemudian perusahaan akan menelaah apakah segmen-segmen konsumen ini menunjukkan kebutuhan atau tanggapan produk yang berbeda.

2. Segmentasi pasar bisnis
Yaitu membentuk segmen pasar dengan memperhatikan tanggapan konsumen (consumer responses) terhadap manfaat yang dicari, waktu penggunaan, daan merek.

3. Segmentasi pasar yang efektif (Fandy Ciptono, 2001)

* Dapat diukur (measurable), ukuran, daya beli, profil segmen;
* Besar segmen (subtantial): cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani;
* Dapat dijangkau (accessible): dapat dijangkau dan dilayani secara efektif;
* Dapat dibedakan (differentiable): secara konseptual dapat dipisahkan dan memberi tanggapan yang berbeda terhadap elemen dan program bauran;
* Dapat diambil tindakan (actionable): program yang efektif dapat dirumuskan untuk menarik dan melayani segmen tersebut.

Evaluasi terhadap segmen pasar adalah adanya pertumbuhan segmen, daya tarik struktur segmen secara keseluruhan dan SDM, serta tujuan dan sumber daya perusahaan apakah perusahaan berinvestasi dalam segmen tersebut atau tidak