July 29, 2014

Contoh Tesis Manajemen

Contoh Tesis Manajemen – berikut adalah contoh tesis manejemen yang bisa anda jadikan pedoman. Ini salah satu Layanan jasa kami mengenai pembuatan tesis manajemen, terutama tentang pembiayaan.

 

Berikut ini contoh tesis yang berjudul :

Pengaruh Bagi Hasil Pembiayaan Mudharabah Terhadap Laba Bersih

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1              Latar Belakang Penelitian

Bank syariah di Indonesia mulai berkembang tahun 1992, pada awalnya bank syariah diragukan akan sistem operasionalnya, tetapi tidak demikian adanya bank syariah membuktikan eksistensinya dan bank syariah terbukti mengalami kemajuan setelah Indonesia mengalami krisis moneter yang cukup mengkhawatirkan pada tahun 1997 yang berakibat sangat signifikan atas terpuruknya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Indonesia telah berada pada ambang kehancuran ekonomi, hampir semua sektor ekonomi mengalami pertumbuhan negatif. Kondisi terparah ditunjukkan oleh sektor perbankan yang merupakan penyumbang dari krisis moneter di Indonesia. Banyak bank-bank konvensional yang tidak mampu membayar tingkat suku bunga, hal ini berakibat atas terjadinya kredit macet. Bank Mu’amalat Indonesia salah satu dari bank yang dinyatakan sehat oleh pemerintah, karena mampu bertahan dari terpaan krisis ekonomi, yang nyata memiliki sistem tersendiri dari bank-bank lain, yaitu dengan sistem bagi hasil. Bank syariah memiliki keunggulan dalam sistem bagi hasilnya, sistem tersebut memiliki keuntungan bagi kedua belah pihak, karena adanya kesepakatan (akad) yang dibuat, rugi atau untung akan ditanggung bersama baik pihak bank dan nasabah debitur maupun kreditur dengan ketentuan bagi hasil yang telah ditetapkan. Setelah dipelopori Bank Mu’amalat Indonesia, banyak bank-bank konvensional yang membuka cabang syariah. Salah satunya adalah Bank Syariah Mandiri.

Semakin meningkatnya perkembangan usaha kecil dan menengah, menyebabkan semakin meningkatnya taraf kemakmuran perekonomian masyarakat. Namun, perkembangan usaha kecil dan menengah tersebut tidak disertai dengan tingkat modal yang mencukupi, sehinnga untuk menambah modal tersebut banyak perusahaan atau pelaku bisnis meminta bantuan dari pihak perbankan. Bagi nasabah yang memiliki keahlian, skill dan sebagian modal, bank syariah memiliki jenis pembiayaan musyarakah dan pembiayaan mudharabah.

Pembiayaan Mudharabah merupakan kerjasama antara pihak bank dengan nasabah, dimana dana 100% dari pihak bank dan keuntungan dibagi menurut akad/perjanjian. Dengan kata lain modal disediakan oleh pihak bank sedangkan nasabah menjalankan usahanya. Pembiayaan mudharabah dapat dilakukan untuk membiayai suatu proyek bersama antara nasabah dengan bank. Nasabah debitur dapat mengajukan proposal kepada bank syariah untuk mendanai suatu proyek tertentu atau usaha tertentu dan kemudian akan disepakati berapa modal dari bank dan berapa modal dari nasabah kreditur serta akan ditentukan bagi hasilnya bagi masing-masing pihak berdasarkan persentase pendapatan atau keuntungan bersih dari proyek atau usaha tersebut sesuai kesepakatan.

Menurut fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI), untuk kemaslahatan disarankan untuk menggunakan prinsip bagi pendapatan (revenue sharing). Perhitungannya didasarkan pada pembagian nisbah yang telah disepakati sebelumnya antara pihak bank syariah dan pengelola atau nasabah debitur dikalikan dengan penjualan dari laporan laba rugi nasabah debitur pada umumnya. Bank syariah mengikuti fatwa tersebut dengan tujuan untuk menghindari moral hazard yang mungkin dilakukan oleh nasabah debitur, misalnya dengan cara menaikkan biaya operasional yang tidak perlu.

Sistem bagi hasil yang merupakan karakter dari bank syariah adalah sebuah bentuk kesepakatan yang dibuat oleh pihak bank dengan pihak nasabah mengenai bagi hasil keuntungan atau kerugian dari pembiayaan yang diberikan oleh pihak bank, tentunya dengan mengutamakan prinsip keadilan dan hubungan kerjasama investasi yang harmonis (Mutual Investor Relationship) bukan hubungan debitur dengan kreditur (debitor to creditor) yang antagonis, dengan prinsip ini kedua belah pihak dituntut untuk sungguh-sungguh dan bertanggung jawab dalam menjalankan kewajibannya, sehingga tingkat kredit macet atau bermasalah bisa ditekan. Dengan tidak berlakunya system bunga berarti tidak ada pembebanan bunga yang berkesinambungan sebagaimana terjadi pada bank konvensional. Selain itu bank syariah sangat mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential bank) dalam menjalankan fungsinya dan menjunjung tinggi etika bisnis. Sebagaimana diketahui bahwa dngan besarnya tingkat pembiayaan yang disalurkan secara efektif dan efisien akan menambah tingkat pendapatan yang diperoleh.

Laba bersih (net profit) merupakan laba kotor (gross profit) dikurangi biaya distribusi penjualan, administrasi dan keuangan. Pada umumnya dalam praktek, bank syariah mempergunakan Revenue Sharing, hal ini sebagai salah satu upaya untuk mengurangi resiko penyelewengan yang mungkin dilakukan oleh mudharib.

Dengan meningkatnya tingkat pendapatan pada akhirnya akan meningkatkan laba bersih (net income), kemudian dengan laba bersih yang besar bank akan mampu menghadapi persaingan sekaligus melakukan ekspansi pasar dan kontinuitas usaha bank akan lebih terjamin serta meratanya tingkat pendapatan yang diperoleh setiap produk dengan perbandingan tidak terlalu jauh akan membuat posisi bank lebih stabil dan mengoptimalkan peraihan laba, walaupun ada satu produk yang sekiranya bermasalah dan menimbulkan resiko, tetapi resiko itu tentunya tidak secara signifikan mempengaruhi usaha bank dalam menghasilkan laba karena masih terantisipasi oleh pendapatan produk-produk atau lainnya.

Berdasarkan uraian di atas, menunjukkan bahwa besarnya pembiayaan bank mempunyai hubungan dalam menentukan besar kecilnya laba yang diperoleh bank, berdasarkan data dari bank syariah mandiri dapat dilihat data pembiayaan mudharabah dari tahun 2003-2008 :

Tabel 1.1

Bagi Hasil Pembiayaan Mudharabah

Tahun 2003-2008

 

Tahun

Bagi Hasil Pembiayaan Mudharabah

Laba Bersih

2003

Rp   20.471.978

Rp 15.834.669

2004

Rp 110.950.393

Rp 103.446.859

2005

Rp 210.444.043

Rp  83.819.281

2006

Rp 310.064.787

Rp  65.480.398

2007

Rp 464.903.596

Rp 115.455.198

2008

Rp 703.877.398

Rp 196.415.940

     Sumber : Laporan Keuangan Bank Syariah Mandiri tahun 2003-2008

Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa jumlah bagi hasil pembiayaan mudharabah pada Bank Syariah Mandiri setiap tahunnya mengalami peningkatan. Namun hal tersebut belum tentu meningkatkan jumlah laba bersih setiap tahunnya, fakta tersebut dapat dilihat dari laporan laba rugi Bank Syariah Mandiri bahwa laba bersih selama enam tahun yaitu dari tahun 2003-2008. Perkembangan bagi hasil pembiayaan mudharabah dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2008 mengalami kenaikan. Sedangkan laba bersih yang diperoleh Bank Syariah Mandiri mengalami penurunan pada tahun 2005 dan 2006, namun pada tahun 2007 sampai dengan tahun 2008 mengalami kenaikan kembali. Penurunan laba bersih tersebut diakibatkan oleh adanya beberapa faktor.

Penelitian sebelumnya berjudul “Signifikansi Hubungan Bagi Hasil Pembiayaan Mudharabah Dengan Laba Bersih Yang Diperoleh Bank Syariah”. Penelitian tersebut disusun oleh Irma Rahmawati Hasanah, Universitas Widyatama Bandung yang melakukan penelitian pada Bank JABAR Syariah. Dalam penelitiannya dikatakan bahwa “Bagi hasil pembiayaan mudharabah memiliki hubungan peningkatan laba bersih yang diperoleh, dimana tingkat signifikansi hubungan yang dicapai adalah sebesar 60%, sementara 40% dipengaruhi faktor lain. Adapun tingkat keeratan hubungan tersebut berkorelasi sangat kuat. Sangat kuatnya hubungan tersebut dikarenakan pembiayaan mudharabah merupakan salah satu produk pembiayaan yang mempunyai pendapatan piutang yang tinggi, yang memberikan peningkatan laba bersih pada Bank Jabar Syariah”. Perbedaan dengan peneliti sebelumnya yaitu :

  1. Objek penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya pada PT. Bank Muamalat Indonesia, sedangkan objek penelitian yang saat ini peneliti lakukan pada Bank Syariah Mandiri.
  2. 2.      Dalam penelitian sebelumnya peneliti melakukan penelitian pada bank syariah dengan  mengambil sampel, yaitu data laporan keuangan pada Bank Muamalat Indonesia dengan periode selama empat tahun (2004-2007), sedangkan pada penelitian sekarang penulis mengambil sampel data laporan keuangan Bank Syariah Mandiri dengan periode selama 5 tahun, yaitu data laporan keuangan dari tahun 2004-2008.

Penelitian ini juga didukung oleh Jurnal penelitian Wibowo, M.G., 2003, “Pengaruh Tingkat Bagi Hasil, Suku Bunga dan Pendapatan Mudharabah Terhadap Laba Bersih: Studi Kasus Bank Muamalat Indonesia (BMI),” Jurnal Ekonomi Syariah MUAMALAH, vol. 2, no. 2, hal. 7-23.

Dalam Penelitian ini dikatakan bahwa, In the short term, the pattern of society saving in BMI is heavily influenced by income, the increase of income will be followed by the increase of saving, and vise versa. In the long term, GDP variable will negatively affecting mudharabah. It might happen because in the long term, people want to get high return from the return BMI could give. People’s willingness to save in BMI are not influenced by the motive of profit sharing return, but be influenced by other factor that are not found here. The amount of profit sharing does not effects on people’s willingness to save in BMI, neither does the interest rate of conventional bank. So, this paper will analyses the effects of profit sharing, interest rate, and income to mudharabah in BMI.”

Artinya : “Dalam jangka pendek, pola teladan masyarakat penghematan BMI dengan berat dipengaruhi oleh pendapatan, peningkatan pendapatan akan diikuti oleh peningkatan, dan ragum versa. Ungtuk jangka panjang, GDP variabel akan secara negatif mempengaruhi mudharabah. Itu bisa terjadi sebab ungtuk jangka panjang, orang-orang ingin mendapatkan pengembalian tinggi dari pengembalian itu BMI bisa memberi. Kesediaan masyarakat untuk menabung BMI tidaklah dipengaruhi oleh alasan pengembalian pembagian keuntungan, tetapi dipengaruhi oleh lain faktor yang tidaklah ditemukan di sini. Jumlah pembagian keuntungan tidak mempengaruhi pada kesediaan masyarakat untuk menabung BMI, tidak mengerjakan tingkat bunga bank konvensional. Maka, catatan/kertas ini akan meneliti efek pembagian keuntungan, tingkat bunga, dan pendapatan ke mudharabah di (dalam) BMI.”

Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk  meneliti seberapa besar signifikansi hubungan bagi hasil pembiayaan mudharabah yang merupakan bagian dari pembiayaan bagi hasil pada bank syariah mandiri dengan laba bersih dan penulis mencoba untuk mengungkapkannya dalam skripsi yang berjudul : “Pengaruh Bagi Hasil Pembiayaan Mudharabah Terhadap Laba Bersih”

 

1.2       Identifikasi Dan Rumusan Masalah

1.2.1    Identifikasi Masalah

Semakin meningkatnya pembiayaan mudharabah maka akan semakin meningkatnya pendapatan bagi hasil tetapi belum tentu meningkatkan laba bersih perusahaan dikarenakan adanya faktor seperti adanya pembiayaan bermasalah dan adanya beban-beban operasional yang terlalu besar sehingga menyebabkan laba bersih pada tahun 2005 dan 2006 menurun.

1.2.2    Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat diidentifikasikan sebagai berikut :

  1. Bagaimana tingkat bagi hasil pembiayaan mudharabah pada Bank Syariah Mandiri.
  2. Bagaimana tingkat laba bersih yang diperoleh Bank Syariah Mandiri.
  3. Seberapa besar pengaruh bagi hasil pembiayaan mudharabah terhadap laba bersih yang diperoleh Bank Syariah Mandiri.

 

1.3  Maksud Dan Tujuan Penelitian

1.3.1    Maksud Penelitian

Maksud dilakukannya penelitian ini adalah untuk memperoleh data, informasi atau suatu gambaran mengenai pengaruh bagi hasil pembiayaan mudharabah terhadap laba bersih yang diperoleh Bank Syariah Mandiri.

1.3.2    Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :

  1. Untuk mengetahui tingkat bagi hasil pembiayaan mudharabah pada Bank Syariah Mandiri.
  2. Untuk mengetahui tingkat laba bersih yang diperoleh Bank Syariah Mandiri.
  3. Untuk mengetahui besarnya pengaruh bagi hasil pembiayaan mudharabah terhadap laba bersih yang diperoleh Bank Syariah Mandiri.

 

1.4       Kegunaan Penelitian

Berdasarkan dari tujuan dilakukannya penelitian ini, penulis berharap bahwa penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan data yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan dan membutuhkannya. Adapun penelitian yang dilakukan diharapkan dapat berguna sebagai berikut :

1.4.1    Kegunaan Akademis

  1. Bagi Pengembangan Ilmu Akuntansi

Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan keilmuan di bidang akuntansi dan memberikan referensi tentang keterkaitan antara pengaruh bagi hasil pembiayaan mudharabah terhadap laba bersih yang diperoleh bank syariah.

  1. Bagi Peneliti Lain

Hasil penelitian ini diharapkan dapat member tambahan pengetahuan dan dapat menjadi referensi bagi peneliti lain yang ingin mengkaji dalam bidang yang sama.

  1. Bagi Peneliti

Penelitian ini dapat menambah wawasan pengetahuan dan pemahaman khususnya mengenai pembiayaan mudharabah dengan prinsip bagi hasil yang diberikan serta mengenai perhitungan laba bersih yang diperoleh Bank Syariah Mandiri.

1.4.2    Kegunaan Praktis

  1. Bagi Bank Syariah Mandiri

Diharapkan dapat berguna sebagai bahan masukan atau saran dalam menerapkan kebijakan pengelolaan bagi hasil pembiayaan mudharabah, sehingga dapat tercapainya peningkatan laba bersih yang diperoleh Bank Syariah Mandiri.

  1. Bagi Nasabah

Dapat dijadikan sebagai bahan tambahan informasi mengenai sistem pemberian pembiayaan mudharabah yang berlandaskan prinsip bagi hasil.

 

1.5       Lokasi Dan Waktu Penelitian

1.5.1    Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada  Bank Syariah Mandiri KCP Bandung Jawa Barat yang berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda No. 74 Bandung.

1.5.2    Waktu Penelitian

Waktu yang dibutuhkan Peneliti dalam melakukan penelitian adalah mulai dari bulan Oktober 2009 sampai dengan bulan Januari 2010. Untuk mempermudah kegiatan penelitian dan penyusunan skripsi, peneliti membuat jadwal penelitian sebagai berikut :

 

Tabel 1.2

Jadwal Penelitian

 

No

Bulan

Oktober

November

Desember

Januari

Februari

Minggu ke / Kegiatan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5
1 Persiapan UP                                          
2 Penyusunan UP                                          
3 Seminar UP                                          
4 Pengumpulan Data                                          
5 Pengolahan Data dan Analisis Data                                          
6 Penyusunan skripsi                                          
7 Sidang Skripsi                                          

 

Ada banyak kata yang mengarah pada manajemen, antara lain manage, management, arrange, arragement. Demikian pula dengan pengertian dan pemahaman tentang manajemen. Akan tetapi yang sangat populer adalah manajemen berasal dari kata ‘to manage’ yang berarti mengatur. Manajemen juga biasa kita kenal sebagai suatu proses merencana, mengorganisasi, melaksanakan dan mengontrol atau mengawasi. Senada dengan hal tersebut, Hasibun memaparkan pengertian manajemen sebagai suatu proses  merencana, mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien.

Bagi anda yang saat ini tengah menghadapi tugas penyusunan tesis manajemen, ada baiknya anda melihat-lihat contoh judul-judul tesis untuk memperluas ide penelitian apa yang akan anda pilih dan lakukan nanti sebagai bahan tesis anda. Berikut ini adalah contoh-contoh judul tesis manajemen:

  1. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN MEMILIH JASA PENGIRIMAN PADA JASA PENGIRIMAN “TIKI” BANDUNG
  2. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN MEMILIH POLIS ASURANSI UNIT LINK SYARIAH PADA PERUSAHAAN ASURANSI “PRUDENTIAL” CABANG YOGYAKARTA
  3. PENGARUH VARIABEL KEUANGAN DAN NON KEUANGAN TERHADAP UNDERPRICING PADA PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO) DI BURSA EFEK INDONESIA
  4. PENGARUH BAURAN PROMOSI PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PELANGGAN MEMILIH SEPEDA MOTOR YAMAHA MIO DI KABUPATEN CILACAP
  5. PENGARUH PELATIHAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT SARI HUSADA YOGYAKARTA
  6. PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE PERCEPTION INDEX TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA
  7. STUDI MENGENAI PENGARUH KINERJA PEREKONOMIAN MAKRO DAN KINERJA FUNDAMENTAL PERUSAHAAN TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN INDUSTRI MANUFAKTUR DAN KEUANGAN DI BEJ
  8. ANALISIS PENGARUH KINERJA FUNDAMENTAL EMITEN TERHADAP HARGA SAHAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEJ TAHUN 2007-2009
  9. PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI
  10. DAMPAK IMPLEMENTASI STANDARDISED APPROACH PADA RISIKO KREDIT TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL DAN PORTOFOLIO KREDIT (STUDI KASUS PADA BANK X)

Tag : Contoh Tesis Manajemen

Incoming search terms:

Speak Your Mind

*

Current day month ye@r *