October 31, 2014

Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw dengan Alat Peraga

Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw – Metode Jigsaw ini adalah salah satu bagian dari model pembelajaran kooperatif, dimana model ini pertama kali dikembangkan oleh Eliot Aronson pada Tahun 1971.

Prinsip yang digunakan dalam Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw adalah setiap siswa menjadi anggota asal (atau home group) sekaligus menjadi kelompok ahli (atau expert group). Dalam hal ini, siswa dalam kelompok ahli bertanggung jawab terhadap penguasaan materi yang menjadi bagian yang dipelajari dan berkewajiban mengajarkan kepada siswa lain dalam kelompoknya (dalam Sumarsono,2005).

Dalam model pembelajaran kooperatif Jigsaw ini, guru memperhatikan skemata atau latar belakang pengalaman siswa dan membantu siswa mengaktifkan skemata ini agar bahan pelajaran menjadi lebih bermakna. Selain itu, siswa bekerja dengan sesama siswa dalam suasana kooperatif dan mempunya banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi (Anita Lie, 2007)

Kegiatan-kegiatan pembelajaran kooperatif Jigsaw :

  1. Membaca, dimana para siswa menerima topik ahli (bahan diskusi) dan membaca materi yang diminta untuk menemukan informasi.
  2. Diskusi Kelompok Ahli, dimana para siswa dengan keahlian yang sama bertemu untuk mendiskusikannya dalam kelompok-kelompok ahli.
  3. Laporan tim, dimana para ahli kembali ke dalam kelompok mereka masing-masing (kelompok asal) untuk mengajari topik-topik mereka kepada teman satu timnya.
  4. Melakukan Tes, dimana para siswa mengerjakan tes akhir individual yang mencakup semua topik.
  5. Melakukan Rekognisi tim, dimana guru memberikan penghargaan yang diberikan pada kelompok didasarkan pada rata-rata nilai kemajuan tim yang nantinya akan menerima penghargaan sebagai Tim Baik, Tim Sangat Baik, dan Tim Super. (Slavin, 2008)

Adapun yang dimaksud dengan Jigsaw yang berorientasi penemuan terbimbing dengan penggunaan alat peraga adalah menambah beberapa langkah dalam kegiatan pembelajaran pada kooperatif Jigsaw pada umumnya yaitu menambahkan persentasi siswa kepada siswa dengan menggunakan alat peraga. Hal ini dilakukan untuk mengatasi ketidakpahaman siswa yang biasanya terjadi pada kelompok prestasi belajar rendah. Selain itu dengan adanya alat peraga maka siswa mampu melakukan  belajar dari benda kongkrit ke tahap abstraksi.

Speak Your Mind

*

Current ye@r *