October 23, 2014

Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah dalam Rangka Peningkatan Prestasi Sekolah di Sekolah

Jasa Pembuatan Tesis Pendidikan РJudul Tesis : Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah dalam Rangka Peningkatan Prestasi Sekolah di Sekolah.

Kenyataan menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia Indonesia relatif jauh tertinggal dibanding dengan Malaysia, Philipina, Thailand dan Singapura. Dalam suatu penelitian oleh suatu badan internasional yang dipublikasikan oleh UNDP (United Nation Development Programme) tahun 2000 menyebutkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke 109 dari 174 negara. Dalam hal indeks pembangunan SDM (Human Development Index) seperti yang dilaporkan oleh UNDP dalam Human Development Report 2003 menempatkan Indonesia diurutan ke 112 dari 174 negara. Laporan yang sama pada tahun 2005 melorot ke urutan 117 dari 177 negara. Di sisi lain dari laporan WEF (World Economy Forum) tahun 2000 Indonesia hanya berada diurutan 44 dari 59 negara dalam daya saing ekonomi (Rosyada. 2004: 3).

Peningkatan kualitas pendidikan dapat tercapai apabila guru memiliki kinerja yang tinggi khususnya dalam hal kedisiplinan, mengingat guru merupakan seseorang yang ditokohkan dalam kelas, maka telah sewajarnya bila guru mempunyai disiplin kerja yang tinggi. Tanpa adanya disiplin kerja yang tinggi, maka hasil pendidikan yang dilakukan tidak akan maksimal.

Kepala sekolah sebagai manajer pendidikan, mempunyai peran yang nyata dalam upaya peningkatan kinerja guru dan kualitas pendidikan, kepala sekolah yang kurang tegas, dan tidak konsisten, sering menimbulkan ketidak percayaan guru terhadap kebijakan kepala sekolah yang ditetapkan. Peran kepala sekolah begitu penting dalam menentukan kebijakan dan strategi pendidikan. Terlebih dengan adanya otonomi daerah, maka kepala sekolah mempunyai otoritas dalam menentukan arah kebijakan sekolah. Pelaksanaan manajemen berbasis sekolah menuntut kepemimpinan kepala sekolah profesional yang memiliki kemampuan manajerial dan integritas pribadi untuk mewujudkan visi menjadi aksi, serta demokratis dan transparan dalam berbagai pengambilan keputusan (Mulyasa, 2007: 42).

Tujuan dalam penelitian tesis pendidikan ini adalah untuk mengetahui (1) Langkah kepala sekolah dalam menyusun rencana kerja di sekolah. (2) Kegiatan kepala sekolah dalam mengimplementasikan rencana kerja di sekolah. (3) Kegiatan evaluasi dan monitoring yang dilakukan oleh kepala sekolah di sekolah. (4) Faktor yang mendukung dan menghambat kepala sekolah dalam memimpin sekolah dasar.

Penelitian ini dilakukan di Sekolah ABC. Penelitian dilakukan dalam jangka waktu 8 (delapan) bulan yang berlangsung mulai bulan Pebruari sampai bulan September 2009. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang menggunakan latar alami (natural setting). Penelitian ini implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan di Sekolah ABC.

Penyusunan perencanaan rencana kerja kepala sekolah dalam upaya mempengaruhi guru dan staf untuk mau bekerja sama agar melakukan tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan bersama di Sekolah. Kegiatan perencanaan dalam manajemen sekolah di Sekolah meliputi : (a) Sosialisasi dilaksanakan oleh kepala sekolah, guru dan komite sekolah kepada masyarakat melalui pertemuan-pertemuan yang dapat menumbuhkan kesedian tentang peran serta masyarakat dalam memajukan sekolah. (b) Rapat-rapat yang dilaksanakan oleh kepala sekolah dengan dewan guru. (c) Rapat-rapat yang dilaksanakan oleh pengurus sekolah. (d) Rapat bersama antara kepala sekolah, guru dan komite sekolah serta tokoh masyarakat.

Implementasi rencana kerja di sekolah

Pelaksanaan manajemen di Sekolahadalah: (a) Semua pelaksanaan kegiatan dilakukan secara terbuka dan selalu berkordinasi dengan komite sekolah bahkan dilibatkan baik dalam kegiatan akademik maupun non akademik. (b) Dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan selalu dibentuk kepanitiaan meskipun pada prakteknya dilakukan secara bersama-sama. (c) Walaupun jumlah guru yang hanya 10 dengan status PNS dan wiyata bakti tidak menjadi hambatan untuk meningkatkan prestasi siswa. Pengorganisasian dalam manajemen sekolah meliputi: (a) Rapat guru untuk membicarakan kegiatan yang akan segera dilaksanakan, (b) Koordinasi antar panitia kegiatan yang telah dibentuk, (c) Koordinasi antar panitia, guru dan komite sekolah, (d) Penyampaian informasi dari pihak sekolah kepada masyarakat sepengatahuan komite.

Evaluasi dan Monitoring

Yang dilakukan oleh Kepala Sekolah. Pengawasan yang dilakukan oleh kepala sekolah melakukan hal-hal sebagai berikut: (a) Setiap kegiatan selalu dievaluasi, (b) Evaluasi bertujuan untuk mengetahui hasil kegiatan dan sebagi bahan pertimbangan kegiatan diwaktu yang akan datang. (c) Evaluasi dilaksanakan secara terbuka dalam forum dewan guru.

Faktor pendukung yang menonjol dalam kepemimpinan kepala sekolah, adalah dukungan guru walaupun guru wiyata bakti. Dukungan guru tersebut merupakan kemampuan kepala sekolah dalam membentuk team work yang kompak dan transparan. Dalam manajemen berbasis sekolah, keberhasilan program-program sekolah didukung oleh kinerja team work yang kompak dan transparan dari berbagai pihak yang terlibat dalam pendidikan di sekolah. Keberhasilan manajemen berbasis sekolah merupakan hasil sinergi dari kolaborasi tim yang kompak dan transparan.

Kata kunci : Tesis Perencanaan Pendidikan, Tesis Pengorganisasian Sekolah, Tesis Kepemimpinan Sekolah, dan Prestasi Sekolah

Incoming search terms: